TIPS MERAWAT BUSANA BERBAHAN BATIK
Batik...
Ya...siapa yang tidak kenal dengan Busana bercorak Batik?
Ya...siapa yang tidak kenal dengan Busana bercorak Batik?
Batik merupakan warisan budaya berbusana dari nenek moyang bangsa Indonesia yang adiluhung dan tidak asing lagi bagi kita, apalagi semenjak Badan Perserikatan Bangsa Bangsa menetapkan Batik bukan saja warisan Bangsa Indoensia akan tetapi telah menjadi warisan budaya dunia (taggal..............???), maka kita sebagai Bangsa Indonesia harus lebih dapat menghargai warisan para pendahulu bangsa dengan turut melestariakan, menjaga apa yang selama ini telah diciptakan dan dirawat oleh generasi ke generasi hingga sampai kepada generasi kita sekarang ini.
Batik yang merupakan salah satu bentuk corak/mode pakaian mempunyai 2 macam bentuk proses pembuatannya, yang antara lain:
1. Batik dengan proses pembuatan alami atau lebih dikenal batik tulis, dan;
2. Batik dengan proses pembuatan masal atau lebih dikenal batik printing.
Dan dilihat dari asal bahan pewarnanya dalam proses pembuatan, Batik mempunyai 2 macam bentuk pewarnaan, yang antara lain:
1. Batik dengan proses pembuatan dengan mengunakan pewarnaan alami, dan;
2. Batik dengan proses pembuatan pewarna sisntetis.
Batik yang mengunakan pewarna alami perlu penanganan khsusus dalam perawatannya hal ini berbeda dengan batik yang menggunakan pewarna kimia.
Walaupun begitu, hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak menggunakan kain Batik dalam keseharian.
Berikut ini ada beberap tips khusus merawat kain berbahan Batik tulis (pewarna alami), sebagai berikut:
1. Mencuci tidak menggunakan mesin cuci, tidak direndam terlalu lama serta jangan disikat.
2. Gunakan deterjen ringan, bisa menggunakan lerak, shampo atau sabun bayi.
3. Kain jangan diperas dan jemurlah ditempat teduh. sebaiknya kain dibalik, yaitu kain yang berbatik
berada didalam dan kain yang tidak berbatik berada diluar.
4. Ketika diseterika, tutup kain batik dengan kain pelapis supaya panas seterika tidak langsung
menyentuh batik.
3. Kain jangan diperas dan jemurlah ditempat teduh. sebaiknya kain dibalik, yaitu kain yang berbatik
berada didalam dan kain yang tidak berbatik berada diluar.
4. Ketika diseterika, tutup kain batik dengan kain pelapis supaya panas seterika tidak langsung
menyentuh batik.
5. Begitu juga ketika ingin memberi pewangi, lapisi kain batik tersebut, kemudian baru
semprotkan pewnginya.
6. Saat menyimpan dilemari gunakan kapur barus ( obat anti kutu, ngengat) supaya kain batik terhindar
dari ngengat dan bau tak sedap. namun supaya tidak menodai kain, masukan terlebih dahulu kapur
barus dalam kain atau flannel.
TIPS MENGETAHUI ORANG YANG TIDAK JUJUR
Beberapa cara mengetahui bahasa tubuh seputar cara terbaik untuk menagkap basah orang yang berbohong. Temuan ini telah dimuat dalam jurnal American journal of forensic psychiatry dari penulis professor psikologi UCLA, Prof R Edward Geiselman. Beberapa ciri-ciri dari orang yang tidak berkata jujur adalah sebagai berikut:
1. Cerita mereka cenderung sekilas dan hanya dipermukaan. Bingung ya, mengingat kita sering menemui
orang yang berbohong yang mengarang cerita begitu panjang lebar? Menurut Geisleman, sebagaian
orang yang berbohong jsutru cenderung tidak mau berkata banyak. Penyebabnya? Mereka tahu kalau
nantinya harus mengingat banyak detail kebohongan itu untuk diulang kembali dilain kesempatan.
Nah, kalau ternyata berbeda, bagaimana? Sementara, sebagaian lainnya tidak mau banyak bercerita
karena takut nanti ceritanya itu jadi terlalu dibuat-buat dan orang lain akan curiga
orang yang berbohong yang mengarang cerita begitu panjang lebar? Menurut Geisleman, sebagaian
orang yang berbohong jsutru cenderung tidak mau berkata banyak. Penyebabnya? Mereka tahu kalau
nantinya harus mengingat banyak detail kebohongan itu untuk diulang kembali dilain kesempatan.
Nah, kalau ternyata berbeda, bagaimana? Sementara, sebagaian lainnya tidak mau banyak bercerita
karena takut nanti ceritanya itu jadi terlalu dibuat-buat dan orang lain akan curiga
2. Mereka tiba-tiba akan bercerita tentang hal detail yang tidak anda harapkan, misalnya baju apa
yang anda pakai, apa yangmereka minum, mobil yang mereka kendarai-padahal anda tidak
menanyakan. Anda dapat menadari kebohongan mereka dari reaksi spontan anda saat itu, seperti
rasa heran dan ekspersi mengangkat alis tanpa disadari.
3. Mereka menjawab pertanyaan anda dengan pertanyaan. Misalnya anda bertanya, “ semalam
kemana?” dan dia menjawab “ semalam saya dimana ya”. Selain itu menurut Geiselman, ada juga
orang yang menjawab pertanyaan anda dengan nada bicara lambat, kemudian semakin lama
semakin cepat. Ini tanda mereka sudah menemukan cerita bohong yang bias diutarakan. Ada juga
yang bicara dengan nada ragu, kalimat-kalimatnya cenderung pendek atau sering mengulang-ulang
kalimatnya. “ada dua kemungkinan. Antara mereka sudah lelah atau memang tidak jujur”,
kata Geiselman.
4. Ekspresi umum mereka adalah bibir yang tertutup rapat dan tidak menatap pandangan mata anda.
“itu pertanda mereka sedang berfikir keras untuk member jawaban yang dapat diterima oleh anda”.
Begitu penjelasan Geiselman. Selain itu orang yang tidak berkata jujur juga cenderung
memperlihatkan bahasa tubuh tertentu, seperti bermain dengan baju atau rambut mereka.
yang anda pakai, apa yangmereka minum, mobil yang mereka kendarai-padahal anda tidak
menanyakan. Anda dapat menadari kebohongan mereka dari reaksi spontan anda saat itu, seperti
rasa heran dan ekspersi mengangkat alis tanpa disadari.
3. Mereka menjawab pertanyaan anda dengan pertanyaan. Misalnya anda bertanya, “ semalam
kemana?” dan dia menjawab “ semalam saya dimana ya”. Selain itu menurut Geiselman, ada juga
orang yang menjawab pertanyaan anda dengan nada bicara lambat, kemudian semakin lama
semakin cepat. Ini tanda mereka sudah menemukan cerita bohong yang bias diutarakan. Ada juga
yang bicara dengan nada ragu, kalimat-kalimatnya cenderung pendek atau sering mengulang-ulang
kalimatnya. “ada dua kemungkinan. Antara mereka sudah lelah atau memang tidak jujur”,
kata Geiselman.
4. Ekspresi umum mereka adalah bibir yang tertutup rapat dan tidak menatap pandangan mata anda.
“itu pertanda mereka sedang berfikir keras untuk member jawaban yang dapat diterima oleh anda”.
Begitu penjelasan Geiselman. Selain itu orang yang tidak berkata jujur juga cenderung
memperlihatkan bahasa tubuh tertentu, seperti bermain dengan baju atau rambut mereka.
TIPS BERAMAL YANG CERDAS
Seringkali dalam kehidupan sehari-hari, kita merasa terpanggil untuk membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan atau kesusahan. Terkadang, meskipun keuangan pas-pasan, kita masih mengusahakan untuk dapat memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.
Tentu saja ini perbuatan mulai. Hanya saja yang harus dipikirkan adalah bagaimana niat mulia ini dapat disalurkan dengan lebih efektif tanpa menggangu keuangan kita. Berikut ini adalah tipsnya:
1. Anggarkan secara rutin
Bila anda memang berkeinginan membantu orang yang dalam kesusahan, ada baiknya
menganggarkan dana secara rutin. Anda dapat menganggarkan secara bulanan maupun secara
tahunan. Biasanya bagi beberapa kalangan, saat memberikan bantuan dikaitkan dengan perayaan
hari raya keagamaan, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Hari Natal.
Melakukan penganggaran secara rutin, berarti perencanaan biaya social akan menjadi semakin baik.
Dengan perencanaan yang baik, semakin besar untuk dapat menolong sesama, sekaligus menjaga
kesetabilan keuangan.
Bila anda memang berkeinginan membantu orang yang dalam kesusahan, ada baiknya
menganggarkan dana secara rutin. Anda dapat menganggarkan secara bulanan maupun secara
tahunan. Biasanya bagi beberapa kalangan, saat memberikan bantuan dikaitkan dengan perayaan
hari raya keagamaan, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Hari Natal.
Melakukan penganggaran secara rutin, berarti perencanaan biaya social akan menjadi semakin baik.
Dengan perencanaan yang baik, semakin besar untuk dapat menolong sesama, sekaligus menjaga
kesetabilan keuangan.
2. Tidak harus berupa uang
Niat mulia untuk membantu orang lain yang membutuhkan tidak harus diwujudkan dalam bentuk
uang tunai, lho. Bias saja anda melihat, ada barang-barang yang sudah tidak anda gunakan lagi yang
dapat anda sumbangkan pada mereka. Siapa tahu lemari pakaian anda sudah penuh dengan pakaian
yang sudah bosan anda pakai, tetapi fisiknya masih bagus. Jadi, kenapa tidak disumbangkan saja?
Atau, anda mempunyai buku-buku atau majalah yang masih layak untuk dibaca digudang/rak buku,
kenapa tidak dihibahkan saja ke panti asuhan atau taman bacaan.
Selain akan mengurangi tumpukan barang digudang, anda juga dapat lebih menghemat pengeluaran,
bukan? Lagipula yang lebih penting adalah niat baik untuk menyumbang, bukan wujud sumbangannya.
Cara ini juga dapat digunakan dalam memberikan hadiah perkawinan. Daripada memberikan uang,
misalnya, kenapa tidak memberikan buku. Selain jatuhnya lebih murah juga akan lebih berkesan
bagi si penerima. Hadiah anda juga menjadi beda sendiri dibandingkan dengan hadiah dari orang lain,
yang kebanyakan memberi amplop.
Niat mulia untuk membantu orang lain yang membutuhkan tidak harus diwujudkan dalam bentuk
uang tunai, lho. Bias saja anda melihat, ada barang-barang yang sudah tidak anda gunakan lagi yang
dapat anda sumbangkan pada mereka. Siapa tahu lemari pakaian anda sudah penuh dengan pakaian
yang sudah bosan anda pakai, tetapi fisiknya masih bagus. Jadi, kenapa tidak disumbangkan saja?
Atau, anda mempunyai buku-buku atau majalah yang masih layak untuk dibaca digudang/rak buku,
kenapa tidak dihibahkan saja ke panti asuhan atau taman bacaan.
Selain akan mengurangi tumpukan barang digudang, anda juga dapat lebih menghemat pengeluaran,
bukan? Lagipula yang lebih penting adalah niat baik untuk menyumbang, bukan wujud sumbangannya.
Cara ini juga dapat digunakan dalam memberikan hadiah perkawinan. Daripada memberikan uang,
misalnya, kenapa tidak memberikan buku. Selain jatuhnya lebih murah juga akan lebih berkesan
bagi si penerima. Hadiah anda juga menjadi beda sendiri dibandingkan dengan hadiah dari orang lain,
yang kebanyakan memberi amplop.
3. Salurkan langsung kepada yang bersangkutan
Bagaimana perasaan anda kalau dana sosial yang susah-payah anda kumpulkan dan sudah
anda setorkan, ternyata tidak diterima oleh yang bersangkutan, gara-gara diselewengkan oleh
oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab? Pasti jengkel, bukan? Nah untuk menghindari hal ini,
alangkah lebih baiknya, dana yang sudah direncanakan untuk disumbangkan, anda langsung
menyumbangkan kepada yang berhak, dalam artian anda datang sendiri ke tempatnya untuk
menyerahkan dana sumbangan tersebut.
Bagaimana perasaan anda kalau dana sosial yang susah-payah anda kumpulkan dan sudah
anda setorkan, ternyata tidak diterima oleh yang bersangkutan, gara-gara diselewengkan oleh
oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab? Pasti jengkel, bukan? Nah untuk menghindari hal ini,
alangkah lebih baiknya, dana yang sudah direncanakan untuk disumbangkan, anda langsung
menyumbangkan kepada yang berhak, dalam artian anda datang sendiri ke tempatnya untuk
menyerahkan dana sumbangan tersebut.
Selamat datang di laman blog dan toko online kami, nikmati layanan special dari kami. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi customer service kami, selamat berbelanja.

